Hidup Sekali Bukan Sekali Hidup

  • Jika kita merujuk keterangan dan tanda tandanya pada kitab suci, sangat jelas, akhir dari segalanya TELAH DEKAT, walau kita tidak pernah mungkin tahu bilakah. Sementara dekadensi moral yang mengkian menjadi pertanda betapa telah dekatnya kita dengan tepi waktu. Laju zaman dan peradaban, tak mungkin dapat menghentikan dekadensi moral yang deras berarus. Segala kemudahan hidup yang telah manusia ciptakan, pun berkontribusi dalam memudahkan manusia untuk terjun bebas hingga ke bawah titik nadir norma moral dan agama.
  • Kemaksiatan menjadi kebiasaan, kesalahaan menjadi kebanggaan. KEMAKSIATAN menjadi kebiasaan legal dibawah payung “yang penting tidak merugikan dan tidak menyusahkan orang lain”. DOSA diinterpretasikan sesuatu yang hanya jika merusak dan merugikan orang lain.
  • Zaman dan peradaban memang TIDAK DAPAT menghentikan laju dekadensi moral yang terkadang bahkan lebih cepat dari putaran waktu. Tetapi setiap kita sebagai individu, BISA bertahan dan berdiam pada posisi kebenaran dan kebaikan agama. Garis dan batas kebenaran serta nilai nilai agama tidak akan pernah terhapus dalam kehidupan, tetapi setiap kita mungkin TIDAK melihatnya atau TIDAK INGIN melihatnya.
  • Dalam SEKALI HIDUP, kita memiliki banyak pilihan dan KESEMPATAN yang berulang, untuk bedosa ria atau bertaubat. Tetapi ALLAH hanya memberi kita SEKALI kesempatan untuk hidup, karena KEMATIAN akan mengakhiri segala kesempatan. Tangisilah kematian selagi kita hidup, atau kita menangisi kehidupan setelah kematian kita. Menyesalah dalam hidup, karena tak ada penyesalan setelah kematian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s