Bela Negara Bukan Wajib Militer

Wacana program bela negara INDONESIA dilempar ke publik, tak butuh waktu lama bagi publik untuk meresponsnya. Perdebatan pro dan kontra mengarus, menguliti wacana yang sebenarnya bukan keinginan baru dari pemerintah. Sebagai sebuah wacana, sah sah saja. Memperdebatkannya pun adalah bagian dalam berdemokrasi.

Permasalahannya, apakah implementasi program bela negara dalam bentuknya nanti, memiliki urgensi bagi kehidupan berbangsa. Banyak hal yang perlu diperdebatkan, sebelum nantinya program ini direalisasikan. Suara dari masyarakat harus menjadi pertimbangan pemerintah.

Mengejar target 100 juta WNI untuk program bela negara, walau untuk jangka waktu panjang, tentu membutuhkan dana tidak sedikit. Pemanfaatan dari program bela negara ini pun, harus lulus uji perdebatan publik. Mengingat kita bukanlah negara yang rentan terhadap ancaman agresi negara lain, semisal Korea.

Apakah negara kita tengah dan akan menghadapi situasi, yang membuat negara membutuhkan banyak warganya untuk terlibat dalam program bela negara. Jika kita mencoba melihat, sesungguhnya permasalahan yang ada dan dihadapi kita, adalah permasalahan yang justru muncul dari internal bangsa.

Yang nyata, adalah persoalan sosial yang klise, semisal kemiskinan pengangguran dan kriminalitas. Sementara pada tataran elite negara adalah mentalitas korupsi yang telah menjadi penyakit yang mengepidemi.

Apakah tantangan permasalahan yang nyata ini, sinkron dan terkoneksi, bila disinergikan dengan manfaat program bela negara. Sebelum wacana ini diimplementasikan, perlu penggodokan dan pematangan, hingga bisa menjadi sajian yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

Apalagi ada kerancuan persepsi di masysrakat, antara bela negara dengan wajib militer. Wajib militer, walau belum pernah kita adopsi dan aplikasikan, menjadi sebuah trauma persepsi, jika kita bercermin dengan apa yang terjadi di Korea dan pernah di USA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s