Duka Luka Indonesia Kita

Ketika darah SALIM tertumpah, dan tanah Lumajang memerah, oleh perilaku dendam amarah, dari manusia manusia serakah…

Haruskah kita bungkam terdiam, geram membaca berita kelam, tentang aksi biadab nan kejam, hingga jasad Salim remuk redam…

Dalam kasus MARSINAH negara pernah kalah, dalam kasus MUNIR negara telah tersingkir…

Uang telah menjadikan manusia binatang, uang membuat keimanan terbuang, dan mata telah ditutupi uang, kamikah rakyat yang layak dibuang?

Sementara disana langit tak lagi biru, mesin pesawat tak lagi menderu deru, rakyat mengaduh sakit paru paru, murid murid tak lagi diajar guru…

Hutan terbakar lingkungan rusak, jutaan rakyat nafas pun sesak, lama mereka mengaduh berteriak, kini hanya tersisa suara suara serak…

Berbulan gumpalan kabut asap, anak anak pun berjalan dalam gelap, bayi bayi meninggal di ruang pengap, tak tahu lagi kemana mereka berharap…

Disana yang lain ada kejahatan seksual, membunuh dengan kejam nan brutal, korban tak lagi terbilang, ada lagi dan selalu berulang ulang…

Dibawah air mata deras berlinang, darah merah tumpah menggenang, apakah tiang keadilan telah tumbang, inikah negeri bagi orang beruang…

Diatas orang orang berdasi tinggi jabatan, berkorupsi sembari senyum tepuk tangan, tak lagi malu walau menjadi tahanan, di penjara pun seperti di perumahan….

Aku berharap ini hanya dalam mimpi, tapi aku disadarkan oleh datangnya pagi, aku terbangun mengguncangkan jari jemari, sungguh ini memang benar terjadi…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s