Sholat Filosofi Menyikapi Hidup

Bagi seorang muslim, sholat tidak melulu tentang kewajiban hamba dengan Allah maha pencipta. Sholat adalah referesentasi dan simbolisasi cerdas bagaimana memaknai hidup. Sholat menjadi filosofi tentang kearifan hidup. Merasa TINGGI dan BESAR adalah sifat yang umum dimiliki kebanyakan manusia, merasa tinggi dan besar dengan diri terhadap orang lain, adalah potensi yang bisa muncul dari seseorang karena satu dan lain hal yang memicunya. Maka SUJUD menjadi pengingat bagi kita, bahwa kita tidak lebih tinggi dari tanah. Jumlah sujud lebih banyak dari ruku dalam sholat, karena sifat tinggi kita berpotensi besar dan sering. Sujud mewajibkan kita untuk mencium bumi, merupakan sebuah alarm bahwa kelak kita akan kembali ke tanah oleh sebuah kematian.

Kurang atau tidak menghargai menghormati kehidupan dan lingkungan, sering membuat kita menjadi lupa dengan keadaan. Maka RUKU mengingatkan kita tentang PENGHORMATAN, tapi ruku hanya sekali dalam tiap roka’at, agar kita tidak berlebihan menghormati hidup dan kehidupan, agar tidak memunculkan kultus fanatisme yang berlebihan.

Perjalanan hidup sangat memungkinkan kita terpuruk dan terjatuh, maka BERDIRI tegak dalam sholat dibuat lebih lama, agar kita kuat dan lama dapat bertahan menjalani kehidupan yang penuh tantangan juga rintangan. TUMANINAH atau tenang adalah keharusan dalam sholat, karena manusia harus diingatkan untuk tidak TERGESA GESA dalam mengambil keputusan hidup. Tumaninah ketika sholat pun membelajarkan kita untuk sabar dan tenang dalam menyikapi hidup.

Islam sangat menggarisbawahi bahkan memberi huruf tebal, perihal sholat berjamaah dibanding sendirian, ini sebuah pesan yang jelas dan mendalam, bahwa hidup adalah kolektifitas manusia dalam berinteraksi. Sifat ego individualis harus dimarjinalkan, tidak boleh menyalip dan mengalahkan kolektifitas hidup. Tidak keliru, bila sholat yang didirikan dengan kesungguhan mendalam, dapat menjadi alarm dan kompas bagi kehidupan seorang muslim, dalam mencari dan memperoleh tujuan hidup yang hakiki.

Akhirnya doa SALAM mengakhiri ritual sholat kita, sebuah pembelajaran bahwa segala fase dan proses akan BERAKHIR, dan akhir dari segala adalah KEMATIAN. Mengapa sholat diakhiri dengan doa salam, agar keselamatan itulah yang menjadi akhir kita kelak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s