Pencitraan Ataukah Riya?

Pencitraan menjadi gunjingan perdebatan, kata yang bisa menjadi trending topics, apalagi menyusup disela hiruk pikuk arus politik dan permasalahan bangsa yang tumpang tindih. Aksi kebaikan yang diperbuat oleh seorang tokoh dan dipertontonkan kepada publik, sering diidentikan dengan kata pencitraan, menjadi kata yang berkonotasi negatif. Takaran dan ukuran klaim untuk pencitraan sejatinya sangatlah sumir dan subyektif. Ini menyangkut motivasi yang hanya diketahui oleh ALLAH dan si empunya hati.

Dalam konteks keIslaman, pencitraan yang negatif adalah yang bermotif untuk kepentingan dunia semata, agar memperoleh senyum dan tepuk tangan, setali tiga uang dengan sifat RIYA. Manusia melihat aksi kebaikan dengan dimensi kuantitas, kian berkuantitas, kian tinggi apresiasi dan tepuk tangan yang diberi. ALLAH memberi apresiasi aksi kebaikan manusia semata karena kualitas, yang berangkat dari motivasi atau niat ikhlas, inilah makna dari hadits “setiap amal tergantung dengan niatnya”.

Aksi kebaikan dengan motivasi semata karena mencari ridho ALLAH, inilah yang dimaknai sebagai ibadah. Bahwa ada apresiasi dan tepuk tangan, itu persoalan lain yang harus membuat kita tetap menundukan kepala merendah.

Sedangkan apresiasi dari ALLAH adalah memiliki nilai investasi akhirat, seminim apa pun aksi kebaikan, sekali pun berderma seribu rupiah, asal bermotivasi ibadah karena ALLAH. Sedangkan manusia, memberi apresiasi yang semu, itu pun kepada aksi kebaikan yang berkuantitas. Dibutuhkan derma kebaikan bernilai puluhan ribu bahkan berjuta rupiah untuk memperoleh apresiasi dari manusia.

Keputusan untuk beroleh apresiasi dari ALLAH ataukah dari manusia, bermula dan berangkat dari isi motivasi di hati. Apakah ingin pencitraan ataukah ibadah. Pencitraan harus diikuti dengan aksi nyata atau program untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapi. Dan bukan aksi sesaat untuk merespon situasi aktual, yang kemudian dilupakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s