Hukum Pernikahan Siri dan Poligami Tanpa Izin

Lagi kasus poligami memberita. Pemberitaan ini disebabkan poligami yang tanpa izin isteri terdahulu. Apakah Islam membolehkan menikah siri dan poligami tanpa izin isteri terdahulu?

Dalam fiqih Islam, kemaslahatan harus dikedepankan dan menjadi pertimbangan dalam sebuah persoalan. Juga berdasar Quran dan hadits shohih, jelas dan tegas bahwa haram dan berdosa hukumnya, menyakiti perasaan hati manusia.

Menikah siri adalah menikah diam-diam tanpa pemberitahuan kepada anggota keluarga dan masyarakat, tanpa dokumen legal. Setali tiga uang dengan poligami tanpa pemberitahuan dan tanpa izin isteri terdahulu

Menikah siri dan poligami diam-diam tanpa izin dan pemberitahuan istri terdahulu, jelas tidak sejalan dengan kaidah Islam karena sangat berpotensi menimbulkan permasalahan keluarga dikemudian hari. Apalagi poligami diam-diam tanpa izin isteri terdahulu jelas sangat berpotensi menyakiti perasaan isteri terdahulu.

Konflik dan polemik yang muncul dari kasus pernikahan siri dan poligami tanpa izin isteri terdahulu, tidak seharusnya dikaitkan dengan hukum Islam. Karena kedua perkara ini menyalahi hukum Islam. Dalam Islam, jual beli dan hutang piutang saja, harus ada pencatatan, apalagi pernikahan yang menyangkut membentuk ikatan keluarga dan masa depan.

Muncul pertanyaan kepada pelaku, mengapa harus menikah diam-diam? Dan mengapa harus poligami diam-diam tanpa izin isteri terdahulu? Alasan klise ‘daripada berbuat zina’, adalah argumen lelucon yang tidak lucu dan mengada ada. Mengapa khawatir berbuat zina? Bukankah telah memiliki isteri syah?

Dan pada sisi lain, perempuan pun seolah-olah menjadi korban, karena muncul konflik akibat pernikahan siri atau sebagai isteri kedua yang dirugikan. Seharusnya ketika akan melakukan pernikahan siri dan menjadi istri kedua secara diam-diam, perempuan harus menolaknya karena hal itu menyalahi hukum Islam. Dan tidak memiliki kekuatan hukum dunia.

Seperti muncul dalam pemberitaan dibanyak media, ketika perempuan menjadi korban karena melakukan pernikahan siri. Posisi perempuan sebagai isteri dan anaknya, kerap diabaikan karena lemah secara hukum. Atau sebagai istri kedua tanpa izin isteri terdahulu, posisinya sebagai isteri kedua digugat oleh isteri terdahulu. Mengapa perempuan mau dinikah siri? Mengapa mau menjadi isteri kedua yang menyakiti perasaan sesama perempuan?

Pernikahan yang syah menurut Islam, jelas yang tercatat oleh negara. Karena Qur’an mewajibkan umat Islam taat kepada pemerintahan. Dan pernikahan dengan pencatatan oleh negara sangat membawa kemaslahatan. Dan poligami yang dibolehkan oleh Islam, adalah yang tidak menyakiti perasaan manusia, dalam konteks ini perasaan isteri syah terdahulu. Karena menyakiti perasaan manusia jelas haram. Jelas poligami yang Islami, adalah yang sepengetahuan dan seizin isteri syah terdahulu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s