Indonesia Menjadi Negara Islam?

Wacana pemikiran hingga memperjuangkan berdirnya kilafah (negara) berdasarkan ISLAM, telah mewarnai dan menjadi sejarah kehidupan umat Islam. Relevankah dengan arus zaman? Ya dan selalu. Mungkinkah? Perlu sebuah diskusi pemikiran.

Dalam hidup, segalanya adalah keniscayaan selama masih dalam dimensi ruang logika. Wacana dan perjuangan pembentukan kilafah bahkan pernah menjadi bagian dari sejarah keIndonesiaan. Tetapi, seluruh wacana yang kemudan diperjuagkan mengalami kegagalan.

Bukan karena konsep kilafah yang salah. Tetapi, kilafah adalah nyaris kesempurnaan dari sebuah sistem civil society, dan itu hanya pernah dan bisa terjadi pada masa Rosulullah SAW dan para kulafaur rosyidin. Dibangun dan dipimpin oleh insan yang telah dijamin masuk surga, dengan obyektifitas kemanusiaan dan integritas dalam bimbingan ALLAH.

Kini kilafah? Nyaris sebuah kemustahilan, bila merujuk kilafah kebentuk masa Rosulullah SAW dan kulafaur rosyidin. Manusia kita ini dan kini, adalah mahluk dengan segala kekurangan dan memiliki rasa subyektifitas tinggi. Hingga ketika kita mencoba membangun sebuah kekuasaan dengan sistem apa pun, maka kekuasaan dan jalan menujunya sangatbmenggoda.

Dalam konteks lain, berapa banyak partai berasas Islam di Indonesia? Dan kita bisa melihat rekam jejaknya, karena kekuasaan memang sangat menggoda manusia untuk ‘gila’ lupa dan lengah.

Konsep bernegara yang bisa menjadi referensi mendekati kilafah, tetapi tidak akan pernah dapat menyamai, bisa merujuk kepada kerajaan SAUDI ARABIA yang sekarang, atau Turki Otoman yang telah berlalu. Yaitu ketika nilai dan hukum Islam, bisa diimplementasikan melalui konstitusi dalam bernegara.

Kini, dalam kehidupan modern, teori membentuk dan munculnya sebuah negara baru, seperti dalam teori ketatanegaraan bukan lagi keniscayaan. Bumi ini bukanlah ratusan atau ribuan tahun lalu yang masih tak bertuan. Kini, tidak ada sejengkal tanah pun tanpa kedaulatan, kecuali Antartika dan kutub utara yang ekstrim bagi kehidupan.

Ketika mendirikan negara baru bukanlah keniscayaan, maka yang mungkin adalah mengubah sebuah sistem yang telah ada. Tetapi ketika sebuah sistem akan dibangun dengan nilai nilai Islam, maka wacana dan perjuangan untuk mewujudkannya pun harus berdasarkan kebenaran ajaran Islam.

Islam tidak pernah mengenal, membangun melalui kekerasan dan kejahatan, untuk mendirikan sebuah sistem kehidupan yang baik. Kilafah dimulai ketika kita membangun diri kita, sebagai seorang muslim yang Islami, seperti Rosululullah SAW yang memulainya dengan membentuk akhlak mulia dan keimanan yang kuat pada setiap personal.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s