PILKADA, DEMOKRASI DAN KOALISI

Koalisi menjadi kosa kata terkini, yang paling dibicarakan dan diperdebatkan, dari elite di pentas atas hingga awam di warkop pinggir jalan. Jelang suksesi Pilkada, koalisi politik adalah sebuah keniscayaan. 

Apalagi ketika tidak ada hegemoni tunggal yang diraih parpol dalam legislatif. Koalisi diperlukan untuk membangun sinergi, merangka strategi, agar memenangkan pertarungan politik di Pilkada. 

Berbagi dan memberi dalam ruang koalisi, adalah sebuah keniscayaan yang tidak perlu dinafikan. Tak perlu malu, untuk berpura pura mengklaim dengan bungkus koalisi tanpa syarat. Berbagi dan memberi atas nama koalisi, adalah logika manusiawi, sepanjang tidak melanggar konstitusi. 

Suksesi kepemimpinan memang amanat konstitusi, agar kekuasaan dapat berestafet secara demokrasi. Akan ada polarisasi kekuatan politik dalam pertarungan head to head. Aliran dukung mendukung pun akan berarus kepada para petarung.

Keriuhan akan memeriahkan pesta berdemokrasi. Publik memang akan terbelah dan berkubu, ini memang realita takdir politik. Hingga pada 9 Desember 2015, ketika rakyat menjadi hakim tertinggi, dalam sidang Pilkada memilih. 

Pasca Pilkada, sejatinya kita kembali dalam keIndonesiaan yang satu. Tak ada yang menang, tak pernah ada yang kalah. Karena siapa pun yang terpilih nanti, dia adalah pemimpin KITA. Bukan pemimpin saya, bukan pemimpin anda, bukan pemimpin mereka, bukan pemimpin kalian. Tangan kembali merangkul, kita kembali berkumpul. Tak ada cerita saling pukul. Apalagi dendam karena bergumul.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s