MUSLIM MENYEMBAH BATU HITAM ?

Pertanyaan dengan muatan tudingan ini, bagi sebagian muslim biasa didengar, atau pernah mendengarnya. Tanpa harus dijawab, sebenarnya penanya telah tahu dengan jawabannya, “tidak” dan tentu “tidak akan mungkin pernah”.

Tapi tentu butuh pemaparan singkat dan logis untuk memperjelasnya. Islam, siapa pun memahami, sangat tegas keras dan memberi batas, dalam hal ketauhidan. Ketauhidan dan kesyirikan, berada pada ruang berbeda, dengan batas dinding yang  jelas.

Seorang muslim dalam ibadahnya, dengan tata cara pelaksanaan yang telah mengacu pada pedoman yang pernah diperbuat oleh Nabi Muhammad, sebagai utusan Allah. Bukan kreasi atau hasil cipta ulama Islam. Termasuk ketikan muslim beribadah menghadap atau mengitari ka’bah, atau mencium hajar aswad.

Seorang muslim akan confiden dan yakin untuk berkata, “kami tidak menyembah atau memperTuhankan batu hitam”. Umar r.a sahabat Nabi tegas berkata, “Hai batu hitam yang sama sekali tidak dapat membuat bahagia atau celaka, andai saja saya tak melihat Nabi mencium kamu. Niscaya aku tak akan mencium kamu”.

Andai jikalau pun muslim boleh menyembah selain Allah, pilihan tentu bukan kepada batu hitam di Mekah. Tentu manusia Muhammad SAW yang akan disembah atau diperTuhankan.

Jika kepada Muhammad SAW yang begitu dimuliakan, hingga siapa pun yang menghina Muhammad SAW, bisa dibunuh oleh seorang muslim, tetapi mustahil seorang muslim akan menyembah memperTuhankan Muhammad SAW, bagaimana mungkin muslim menyembah hanya kepada batu hitam yang tidak membawa manfaat atau petaka?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s