CERITA DOA PADA KERETA

Kereta api ekonomi ini merakyat, melaju perlahan dijalan menanjak di eks keresidenan Banyumas. Hela nafas kereta, bergemuruh mengguncang gerbong. Dari gerbong terakhir, terlihat lokomotif didepan tak lelah mengajak delapan gerbong mengekor semenjak Senen Jakarta.

Nun jauh dikiri, Slamet tersenyum menggoda, mengajak untuk mendaki. Slamet pernah menatap ketika kami di puncak Ciremai. Diketinggian puncak, Ciremai Slamet bak dua bersaudara, yang saling dapat melihat dan bertegur sapa.

Didalam gerbong, rasa kenyang tetap membuat kami iba, untuk sekadar membeli penganan dari ibu renta yang berjual asa kehidupan. Seperti lokomotif yang tak pernah lelah berlari, ibu renta ini pun perkasa mencari asa.

Ibu renta, memberi uang kembalian ketika kami membayar asa yang dia jual. Kami ‘berbohong’ karena iba, “ibu, uang kembaliannya lebihan dua puluh ribu, ini kami kembalikan, ibu lebih saat menghitung”. Ibu renta sedikit bingung, tapi kami ‘memaksa’ uang pada genggamannya.

Kereta terus berlari menembus kegelapan malam. Hingga jam mengingatkan kami ketika Subuh menyapa datang bersama fajar. Ketiadaan air, tak menjadi aral bagi kami untuk selalu bersyukur pada-MU. Dalam duduk tanpa bisa sujud, ketika bising oleh gemuruh besi rel dan jerit mesin kereta, sungguh kami dapat mendengar dikeheningan panggilan-MU ya Robb.

Engkau pemberi nikmat kehidupan. Engkau pemberi kemudahan agar kami senantiasa mengingat-MU. Ya Robb, jangan kami menjadi hamba yang lalai sesudah Engkau berikan kemudahan dalam hidup. Ya, Robb, jangan kemiskinan hidup menjadikan kami kikir dalam berbagi. Jangan beri kami kekayaan, sungguh kami takut menjadi hamba yang pelupa dan tergoda karenanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s