GODA CINTA BUTA MEMBAWA PETAKA

Belum lagi air mata duka kita berhenti berjatuhan, ketika tanah kubur masih memerah, oleh korban korban perkosaan dan pembunuhan. Kini dan lagi, atas nama cinta, gadis belia pergi untuk tak pernah lagi kembali. Tangis mengiris, kisah tragis nan sadis.

Bukan kali pertama, cinta buta membawa petaka. Cinta yang berawal kasih, menjadi kisah berakhir pedih. Cinta yang membangkitkan asa hidup, cinta pula panggilan sebuah kematian.

Dan pembunuhan berlatar asmara, hampir seluruhnya dilakukan oleh pelaku yang sangat dikenal juga dekat, ada didalam lingkaran pertemanan korban. Oleh pelaku yang kita tidak pernah mengiranya.

Yang muda yang bercinta, terkadang tak memiliki kalender dan jam waktu. Bagi mereka waktu adalah sekarang, tidak tahu tentang esok dan lusa.

Karena cinta datang bersama janji dan kadang godanya melupakan. Merayu dalam nafsu yang berpacu, melupakan daratan logika, tenggelam di lautan birahi. Hingga tersadar ketika sesal datang menyapa dikemudian.

Perlu sebuah cahaya bagi kita dalam menerangi kegelapan zaman. Cahaya dunia akan padam, tetapi cahaya DIA menerangi tiada berkesudahan.

Perlu pagar kokoh untuk menjaga halaman rumah kehidupan. Pagar dunia dapat roboh oleh ngengat atau hembusan angin. Tetapi pagar DIA kokoh tak mungkin roboh, menjulang tanpa pernah tumbang.

Musibah dan ajal datang tanpa bisa diduga. Sekali pun kita berjaga dan menjaganya. Waspadalah dan persiapkanlah akan kematian, bukan dengan cara menghindarinya.
*rachmat hidayat majalengka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s