R.I.P HUKUM INDONESIA

R.I.P HUKUM INDONESIA

Kembali ‘anak dibawah umur’ berperilaku melebihi kejahatannya orang diatas umur. Buku tafsir ‘anak dibawah umur’ harus dibuka dan ditulis ulang. Apakah tafsir ‘anak dibawah umur’ kaku berdasar selembar kertas akte lahir?

Pantaskah ‘anak dibawah umur’ bisa memperkosa? Membunuh? Membunuh dengan sadis? Masihkah kita melakukan pembiaran, hanya memberi sanksi ringan kepada pelaku dengan dalih ‘anak dibawah umur?’.

Alasan sebagai generasi muda yang masih bisa diperbaiki perilakunya? Semiskin itukah Indonesia tidak memiliki jutaan remaja lainnya? Hingga seolah Indonesia akan runtuh jika memvonis mati ‘anak dibawah umur’.

Pasal ‘anak dibawah umur’ sangat mengganggu rasa keadilan pada keluarga korban. Akhirnya, hukum kita telah bertekuk lutut dan kalah, tidak hanya konon oleh uang, tapi juga oleh ‘anak dibawah umur’.

Kini, ‘anak dibawah umur’ berada diatas angin, hanya bermodal selembar kertas akte lahir, memiliki keberanian kekuatan untuk memperkosa membunuh tanpa rasa takut oleh sanksi hukum yang cuma 10 tahun penjara, apalagi dikurangi remisi. Memperkosa? Membunuh? Siapa takuuuttt !

Tidak perlu kita bertameng jargon HAM, berpura pura sebagai pahlawan kemanusiaan. HAM hanya untuk manusia yang juga mau menghargai kemanusiaan. Bagi pemerkosa pembunuh hapus istilah ‘anak dibawah umur’. Pelaku pemerkosa pembunuh adalah an**** yang sangat layak divonis mati, berapa pun latar usianya. Karena ‘anak dibawah umur’ mustahil bisa memperkosa membunuh !

#RIPhukumIndonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s