KETIKA NEGARA KALAH DAN TAKLUK

KETIKA NEGARA KALAH DAN TAKLUK

Setelah para koruptor merajalela dan mengalahkan negara Indonesia, negara bertekuk lutut dibawah telapak kaki para koruptor, dengan fakta tidak pernah ada koruptor yang divonis mati. Negara Indonesia kembali takluk dan tak berdaya, kini oleh kebiadaban ‘anak dibawah umur’.

Ini akibat produk hukum kita sudah usang, ketinggalan kereta, tidak lagi akomodatif dalam menyikapi situasi dan kondisi terkini. Revolusi hukum menjadi kebutuhan urgent, dengan merevisi perundangan hukum. Perberat sanksi hukum bagi kejahatan biadab.

Hukum harus menghukum terdakwa dengan ancaman minimal, bukan lagi ancaman maksimal. Ini juga untuk mencegah vonis bisa diperjualbelikan. Subyektifitas seorang hakim, kadang menyakiti rasa keadilan masyarakat. Jangan lagi ada pengecualian berapa usia pelaku untuk kejahatan biadab. Indonesia memiliki jutaan generasi muda yang baik. Tidak membutuhkan segelintir ‘anak dibawah umur’ yang faham memperkosa dan membunuh.

Solusi memberantas kriminalitas bukan melalui pendekatan moral dan agama, karena manusia tidak pernah takut dengan ancaman azab neraka. Hanya satu yang umumnya manusia takuti dalam hidup, yaitu kematian. Vonis mati dan hukuman maksimal, adalah solusi dalam mencegah kejahatan kian merajalela.

Negara juga tidak perlu terganggu dengan fihak fihak yang menolak vonis mati. Negara tidak boleh terus kalah dan bertekuk lutut. Keadilan hukum, harus menggunakan opini dan persepsi dari keluarga korban kejahatan.

Jika negara tidak mampu merevisi produk hukum, untuk memperberat  sanksi hukum dan ancaman vonis minimal, bagi pelaku kejahatan besar dan biadab, maka negara terus dikalahkan oleh para pelaku kriminal. Kasus Yuyun dan Eno, harus menjadi momentum untuk merevisi perundangan hukum.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s