PERDA DAN WARUNG KULINER SIANG ROMADHON

PERDA DAN WARUNG KULINER SIANG ROMADHON

Romadhon bagi yang jeli melihat peluang usaha, bisa mendatangkan keuntungan dengan usaha kuliner. Dan siapa pun yang berjual kuliner, seperti yang umum kita temukan bak cendawan dimusim hujan, tidak dilarang dan tidak ada yang melarang.

Para pedagang memamerkan makanannya secara transparan. Dan pembeli terkadang menyemut. Baik pedagang dan pembeli tidak pernah khawatir dengan insiden razia yang datang tiba tiba. Sikon ini sudah mentradisi, karena ada nilai nilai toleransi tidak tertulis yang dijaga.

Pada sisi lain, kita juga melihat warung warung makan yang menyediakan makan ditempat, dan buka disiang hari Romadhon. Tetapi pemandangan yang tidak normal, ketika warung makan tersebut ditutup tirai, menutup diri.

Mengapa harus ditutup tirai? Mengapa harus malu untuk makan? Jika kita merasa salah dan malu karena makan di siang Romadhon, mengapa harus menutup diri? Apakah Tuhan tidak dapat melihat karena tertutup tirai?

Apakah umat Islam yang sedang berpuasa harus dihormati? Jelas tidak perlu. Dihormati atau tidak, toh puasa adalah kewajiban setiap muslim yang mampu. Tetapi kita sebagai muslim, tentu harus menghormati bulan Romadhon.

Yang kita hormati adalah ruang waktunya, bukan objek pelaku yang sedang berpuasa. Tentu wajar, mengingat kita hidup di NKRI dimana muslim mayoritas. Menjadi berbeda persoalannya, jika kita hidup di Eropa atau Amerika.

Apalagi Romadhon hanya 12% dari waktu setahun. Dan siang hari Romadhon kurang 50% dari waktu sehari. Belum cukupkah kita mencari rezeki disisa waktu yang lebih banyak?

Jika perda yang melarang orang berjualan dan makan terbuka di siang Romadhon adalah keliru, apakah perda yang membatasi jam operasional tempat hiburan malam di bulan Romadhon juga keliru?

Lalu apakah penutupan bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, karena menghormati hari raya Nyepi keagamaan juga keliru? Marilah kita cerdas dan bijak. Jangan ada standar ganda, dalam menyikapi sebuah permasalahan dalam konteks yang hampir serupa.
® Cigasong Majalengka

Iklan