KEKELIRUAN YANG UMUM DILAKUKAN SAAT SHOLAT

Ada beberapa kekeliruan dalam sholat, yang dilakukan dan mudah kita lihat sehari hari. Disebut keliru karena ini bukan soal ikhtilaf, karena berlawanan dengan hadits shohih yang ada dan sudah pasti. “Sholatlah kalian, seperti caranya aku sholat”, demikian hadits shohih Rosulullah SAW. Beberapa kekeliruan tersebut antara lain :

Saat takbirotul ihrom, kedua pergelangan tangan diputar 1-2 kali sebelum disedekapkan di dada/perut. Ini tidak pernah ada contohnya berdasar hadits shohih.

Diakhir membaca fatihah, sebelum ucapan Aamiin, mengucapkan “Robigfirlii”. Ini pun tidak ada contoh dan dalilnya berdasar hadits shohih.

Saat ruku, telapak tangan diletakan dibawah lutut atau di tulang kering. Seharusnya tepat di lutut dengan jemari direnggangkan. Dan posisi pungung/kepala harus lurus horizontal.

Itidal terlalu cepat, karena dalam hadits, “Allah tidak menilai sholat yang saat itidal tidak meluruskan punggung”. Ucapkanlah “Sami’ Allaahuliman hamidah” saat bangun dari ruku. Setelah berdiri tenang saat itidal, barulah ucapkan “Robbana walakal hamdu”.

Saat sujud, sikut ditempelkan ke lantai dan rapat ke perut. Harusnya sikut diangkat dan direnggangkan dari perut. Kecuali jika sebagai makmum, barisan shof penuh/rapat, terpaksa boleh sikut dekat ke perut, tapi tetap sikut tidak boleh menempel ke lantai.

Saat akan sujud, karena rambut panjang, tangan menyingkapkan rambut agar dahi tidak terhalang rambut. Ini berlawanan dengan hadits shohih, “Jangan menyingkapkan rambut atau pakaian saat sujud”. Karena lutut yang bagian dari 7 anggota sujud pun, terhalang pakaian saat sujud. Boleh dahi saat sujud terhalang rambut yang juga bagian dari tubuh kita.

Saat sujud, hidung tidak menempel ke lantai. Dalam hadits shohih, “Tidak ada sholat bagi mereka yang sujudnya tidak menempelkan hidung ke tempat sujud”.

Saat duduk, jemari kaki kanan ditekuk kebelakang, harusnya jemari kaki kanan ditekuk kedepan. Juga keliru jika duduk diatas kedua telapak kaki yang menekuk sejajar dengan lantai. Lakukanlah duduk iftirosy dan tawaruk sebagaimana harusnya.

Bacalah surat fatihah saat di rokaat ketiga dan keempat, dengan tenang jangan diwashol seluruh ayat. Contohlah seperti kita membaca fatiha saat sholat Subuh, atau seperti saat rokaat 1 & 2 sholat Maghrib Isya. Karena dalam hadits shohih, “Rosulullah membaca fatiha, seayat berhenti, seayat berhenti”.

Bacalah ayat Qur’an, juga doa ruku, itidal, sujud, duduk antara sujud dan tahiyat serta sholawat dengan tenang, jangan cepat cepat terburu buru. Karena membaca dengan tartil perintah dalam Qur’an. Dan tumaninah dalam sholat adalah wajib berdasar hadits shohih.
® Cigasong Majalengka

Iklan