HIJABNYA AKTRIS RINA NOSE

Ketika seorang muslimat memutuskan berhijrah dengan mengenakan hijab, adalah hal biasa. Menjadi agak tidak biasa, mungkin menjadi sesuatu, ketika dia berprofesi sebagai aktris. Suatu profesi yang bisa jadi dipersepsikan memiliki jarak dengan hijab.
NURINA PERMATA PUTRI atau publik mengenalnya sebagai RINA NOSE, kini telah mendekatkan profesi keaktrisannya, bahkan menyelimutinya dengan hijab. Hijab bagi muslimat, adalah hal biasa karena sebuah keharusan. Tetapi mungkin belum menjadi keumuman yang menyeluruh. 

Tentu menjadi berbeda dan sangat menyentuh, bila keputusan untuk berhijab datang dari seorang aktris. 
Hijab sama sekali bukan klaim kesempurnaan seorang muslimat. Karena kita tidak pernah mungkin mencapai puncak kesempurnaan. Tetapi hijab adalah salah satu cara dari upaya memperoleh ridho ALLAH. Hijab yang dijadikan sekadar mode atau agar terlihat beda, bisa saja tidak beroleh ridhoNYA, tapi setidaknya dengan hijab tersebut, minimal tidak menambah dosa akibat memperlihatkan aurat. 

Banyak hal kemunkaran yang kita menyadari sebagai dosa, dan membuat kita menyesal karena melakukannya. Tetapi tidak berhijab bagi seorang muslimat adalah suatu kemunkaran, yang bisa jadi tidak dirasakan sebagai perbuatan dosa. 

Kita bisa saja menunda untuk mengenakan hijab, dan merencanakannya nanti saja jika kita sudah tua, ketika wajah sudah tidak menarik lagi untuk dilihat. Tetapi iringi juga dengan doa dan harapan, semoga usia kita dapat mencapai masa tua. Karena kita tidak akan pernah tahu, bahwa KEMATIAN bisa datang lebih cepat, dibanding rencana kita untuk bertaubat. 

Ketika kita menulis sebuah rencana untuk bertaubat tahun depan, maka KEMATIAN bisa datang esok lusa atau bulan depan. Fisik yang sehat wal’afiat, juga usia muda, bukanlah benteng yang dapat melindungi kita dari KEMATIAN.

Kita memiliki kekuatan untuk seketika mencari dan memperoleh hidayah, tetapi arogansi dan ego hidup, membuat kita berdiri menjauh dari hidayah. Ketika kita mengatur rencana bahwa mendapaatkan hidayah butuh waktu untuk berproses, maka renungkanlah bahwa KEMATIAN menghampiri kita tanpa berproses. Kematian bisa datang kepada kita dengan berlari cepat, ketika kita menghampiri hidayah dan pertaubatan dengan berjalan lambat.

  • ® Cigasong Majalengka
Iklan