DOA DAN AIR MATA IBU TUA

Ibu tua berhijab itu masih menyisakan asa yang belum lagi terjual. Padahal petang telah menghilang, kegelapan dalam samar menghadang. Tapi, jalan hidup yang dilalui wanita kuat tersebut tetap terang, sebab asanya menerawang benderang, melampaui batas kegelapan. 

Terkadang, hidup berat dan penat, susah dan berpayah. Ibu tua itu tak kalah dalam melangkah. Membeli asa yang dia jual, memberi asa hidup buatnya. Dibalik mata yang berkaca kaca menatap, ibu tua itu menghilang dikelokan jalan yang mulai remang dilalui petang.

Ibu tua berjilbab dengan beban asa yang dijualnya, menyusuri jalan ridhoNYA. Ibu tua singgah sesaat dirumahNYA, sebab DIA memanggilnya di pintu petang. 

Terkadang hidup dirasa seperti tidak adil, tapi sesudah dibatas tepi akan ada keadilan hakiki. Dunia, terkadang membuat kita susah dan berpayah, tapi iman membawa kita bahagia pada sesudahnya. 

Telah punah rasa iman, bila kita enggan walau sekadar berbagi empati simpati untuk sesama yang lemah dan susah. Sungguh tak ada rezeki yang bisa dibagi untuknya, tetapi kata doa padaNYA, semoga rezikiNYA membuat ibu tua tetap memiliki asa.
® Jakasampurna Bekasi

Iklan