FAKTA ILMIAH YANG COBA DIINGKARI

​Ada beberapa fakta yang dibangun secara ilmiah, tetapi ada saja fihak dengan argumennya mencoba mengingkari. Sah dan tentu boleh saja, manusia dengan logika dan kecerdasannya tentu selalu bereksperimen dan berinovasi dalam berfikir. Tetapi bisa jadi hanya sekadar sensasi agar berbeda.

Neil Amstrong dan Edwin Aldrin mendarat di satelit alam bumi, bulan, pada Juli 1969, ada yang mengingkarinya, sebagai rekayasa NASA untuk memenangkan rivalitas terbang ke angkasa luar melawan Uni Sovyet. Faktanya jelas memang mendarat di bulan. Karena pendaratan manusia di bulan, sangat memungkinkan secara teknologi saat itu. Jika NASA merekayasa, tentu mudah diketahui oleh rivalnya, Uni Sovyet.

Planet bumi bentuknya nyaris bulat seperti bola. Fakta yang sangat ilmiah ini, diingkari dengan berteori bumi datar rata seperti cakram. Fakta ilmiah bahwa bumi bulat antara lain, pergantian musim di bumi terjadi akibat sudut miring 23,5 derajat saat berotasi, hanya mungkin jika bumi bulat. Tidak mungkin jika berbentuk cakram. Kutub bumi yang berbulan bulan tanpa siang atau tanpa malam, hanya dimungkinkan karena bumi berbentuk nyaris bulat, mustahil jika datar seperti cakram.

Bumi berotasi pada sumbunya dengan kecepatan sekitar 1600 km perjam, coba diingkari dengan teori bumi diam tidak berputar. Fakta ilmiahnya banyak, diantaranya bentuk bumi tidak sempurna bulat, tetapi diameter katulistiwa lebih panjang, dibanding diameter bumi jika melalui dua kutubnya, ini karena efek dari bumi yang berputar.

Temuan fosil mahluk hidup yang berusia jutaan tahun, diingkari bahwa itu rekayasa ilmuwan. Memang ada kasus ilmuwan berbohong tentang temuan fosilnya, kejadian itu seratusan tahun lalu, tapi motivasi itu untuk popularitas yang bersangkutan, yang dikemudian waktu dusta itu dibongkar oleh ilmuwan dunia. Kini, iptek dunia sudah sangat maju, tidak bisa lagi ilmuwan berdusta dengan temuan fosilnya atau merekayasa fosil ‘bohongan’. Peneliti fosil itu lintas generasi, lintas bangsa dan lintas agama, mustahil orang banyak berdusta dengan rekayasa.

Kecerdasan dan logika manusia diciptakan oleh Allah, agar manusia dapat belajar dan mengungkap ruang kehidupan, untuk kian dekat kepada Allah. Jadi tidak pada tempatnya jika kita apriori, dengan temuan manusia yang didasari oleh kecerdasan yang telah Allah anugerahkan. ® Cigasong

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s