KASUS AHOK BESARNYA RESPON, MENGAPA?

​KASUS AHOK BESARNYA RESPON, MENGAPA?

Respon masyarakat atas ucapan gubernur non aktif DKI Jaya, Basuki Tjahaya Purnama, sesuatu yang bisa jadi diluar prediksi banyak orang. Apa hanya karena ucapannya di Kepulauan Seribu, respon umat Islam yang begitu menasional?

Satu yang pasti, respon umat Islam sama sekali bukan bentuk kebencian karena perbedaan agama. Karena isu ini tidak ada dalam keriuhan gejolak publik. Pastinya juga bukan karena etnis tertentu. NKRI dan kebhinekaan, adalah sunatullah yang tidak perlu diperdebatkan.

Respon publik ini, lebih sebagai puncak akumulasi dari leader style Ahok selama ini, menyangkut gaya tuturnya di ruang publik, dan beberapa kebijakannya di Jakarta yang memasuki ruang keIslaman, dan memunculkan kegaduhan. Ingat, Kalimantan Barat dan (pernah) Tengah yang mayoritas muslim, dipimpin oleh gubernur non muslim, dan tidak ada gejolak publik. Sebelum Ahok, DKI Jaya pun pernah dipimpin gubernur non muslim dan tidak bergejolak.

Bagi media, gaya Ahok ini tentu menjadi bahan baku menarik bagi menu sajian pemberitaan. Sehingga tercipta mutualis simbiosis, tapi hubungan menguntungkan itu tidak mengikutsertakan banyak publik, ada yang gerah dan geram dengan kenyataan ini.

Dan Ahok dengan gayanya, seperti show one man di layar politik. Dan pendukungnya memberi pembenaran dengan dalih itu sudah karakter Ahok, “lebih baik ucapan kasar tapi memimpin dengan jujur bersih, dari pada ucapan santun tapi korup dalam memimpin”. Pembenaran dan pembelaan ini, kemudian menjadi bumerang bagi Ahok.

Seorang politisi memang harus berstrategi jika ingin terus berkarier meningkatkan posisi, dengan memiliki ciri khas dalam memimpin. Tapi tentu dengan ciri khas yang secara umum bisa diterima. Tidak perlu jika ingin sekadar menunjukan “ini loh gue jujur bersih”, tapi menciptakan konfrontasi dengan banyak fihak.

Kita memiliki juga banyak clean leader, sebutlah Risma Triharini dan Ridwan Kamil atau Ganjar Pranowo, dan secara umum mereka tidak menabur konfrontasi dengan publik. Jadi apa yang kini terjadi tentang respon publik atas ucapan Ahok, lebih karena siapa menabur angin dia akan menuai badai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s