NURANI PERDAMAIAN AUNG SAN SUU KYI UNTUK ROHINGYA

Ketika badai demokrasi meruntuhkan dan memporakporandakan bangunan kokoh tirani junta di Myanmar, terbersit asa cahaya untuk mengakhiri puluhan tahun kegelapan masa suram etnis Rohingya yang mayoritas muslim di Rakhine, barat Myanmar, yang hanya terpisah sungai dengan Bangladesh.
Ketika kediktatoran junta berakhir, Aung San Suu Kyi, peraih nobel perdamaian dunia 1991, menjadi harapan bagi kedamaian atas seluruh rakyat Myanmar. Partai Liga Demokrasi Nasional pimpinan Suu Kyi berkuasa di Myanmar. Suu Kyi walau terganjal oleh aturan konstitusi untuk menjadi presiden, kini diyakini tetap menjadi orang kuat Myanmar dibelakang layar.

Asa itu kini nyata telah punah untuk kedamaian atas etnis Rohingya. Popularitas dan prestasi prestisius hadiah Nobel yang pernah dimenangi Suu Kyi, gagal menguji naluri perdamaian seorang Suu Kyi yang puteri dari pahlawan besar Burma, Aung San, yang tewas terbunuh didekade 1940an.

Memenangi Nobel perdamaian dunia, ternyata bukan jaminan bagi pemenangnya bisa menunjukan dedikasi dan prestasi bagi perdamaian itu sendiri. Aung San Suu Kyi menjadi contoh nyata tentang ini. Ketika kekuasaan atas negara Myanmar telah digenggamnya, tetapi kebiadaban militer terhadap etnis Rohingnya, ternyata tak mengusik nuraninya untuk bisa berbuat dan berbicara berkontribusi bagi perdamaian etnis minoritas Rohingya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s