DUSTA DAN KEBENARAN

Kegelapan menyelubung pekat ruang kebenaran. Padahal api kejujuran menyala pancarkan terang. Jiwa jiwa sesat melangkah dalam gelap. Mata yang membuka pun tak lagi dapat menatap. Petir pesan kebenaran keras menggelegar. Tapi tak jua mau didengar.
Orang kedinginan didekat perapian. Orang terbakar didalam luapan air. Inilah kehidupan ketika tak lagi wajar. Tangan tak dapat lagi memegang. Jiwa tak lagi terlindungi. Maka air mata langit pun membasahi sungai di bumi. Orang berjalan tak tahu arah. Kegelapan menyelimuti sedangkan sang surya ada menerangi.

Masa berakhir bisa tak lagi berjarak di depan. Karena segala pertanda nyata oleh mata. Tinggal sekata saja doa diujung waktu. Dusta begitu beratnya, seolah bumi pun ingin berhenti berputar oleh bebannya. Dusta dapat disembunyikan, kebenaran bisa diungkap. Tetapi dunia terlalu berat memenangkannya.

Kebenaran bisa terbujur dan terkubur di pusara dunia. Dusta pun bisa meraja dan beristana. Tetapi dunia dengan segala, sungguh tak bisa berlama. Setiap kita memiliki waktu kala harus kembali ke pusara. Dan kita akan berbangkit, berbicara saat bibir terkatup rapat, melihat saat mata terpejam, mengingat ketika kita lupa. Masihkah saat itu kita bisa berdusta? Dan berlari?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s