JAWABAN UNTUK : APAKAH ISLAM MENGAJARKAN KEKERASAN?

Stigma negatif bahwa Islam mengajarkan kekerasan dan kriminalitas dalam kehidupan,  hal yang mungkin sudah biasa kita dengar. Permasalahannya adalah apakah benar Islam seperti itu? Tentu saja siapa pun sebenarnya sudah tahu, bahwa Islam tidak seperti itu.  Stigma itu muncul berangkat dari aksi kekerasan global yang terjadi pada rentang tiga dekade terakhir ini, yang selalu dikaitkan dengan keIslaman. 

Tetapi andai rentang waktu ditarik lebih mundur hingga ratusan tahun lalu,  tentu stigma itu bisa bergeser keluar Islam. Karena,  tragedi kekerasan dalam peradaban manusia secara masif dan komunal,  bisa dan pernah dipertontonkan oleh para pelaku dengan latar agama dan keyakinan apa pun. Tetapi tentu itu bukan representasi dari ajaran sebuah agama. 
Islam tidak mungkin mengajarkan umatnya boleh membunuh atau bertindak kriminal,  semisal perzinaan. Karena dalam Islam,  jelas tegas ada hukum had yang memvonis mati terhadap pelaku pembunuhan,  atau hukum cambuk atau rajam bagi pezina,  sekali pun atas dasar saling suka. Adakah hukum dunia yang menghukum pezina saling suka? Lalu bagaimana mungkin Islam menyuruh umatnya boleh membunuh dan berzina? 
Sementara potongan ayat Qur’an yang diambil secara parsial, untuk menjustifikasi bahwa Islam mengajarkan kekerasan,  adalah bentuk kebodohan dalam membaca Islam. Karena,  kitab suci agama apa pun,  jika sengaja dibaca ayatnya secara parsial, tentu bisa diinterpretasikan sekehendaknya. 
Logika termudah,  bahwa Islam mengajarkan nilai kedamaian,  dengan melihat prestasi pertumbuhan Islam.  Mari kita meneropong sejarah jauh kebelakang,  ketika Nabi Nuh as yang hidup ratusan tahun, berapa kuantitas umat yang bisa direkrut kejalan Allah dan naik perahu besar? Sanggupkah Nabi Musa as menyadarkan Fir’aun dan rakyatnya ke jalan Tuhan? 
Ketika Nabi Isa as bin Maryam ra wafat, berapa umat yang terpanggil?  Masih minoritas,  hingga menjadi korban pembantaian oleh bangsa Yahudi dan Romawi. Barulah pada abad 4 M, agama Kristen kian mengglobal setelah kaisar Romawi, Konstantinus,  memeluk Kristen dan menjadikannya sebagai agama resmi di Romawi. 
Sementara Islam,  ketika Nabi Muhammad SAW wafat setelah 23 tahun berdakwah, dimana syariat Islam telah finish dan Qur’an telah diwahyukan secara menyeluruh, penduduk semenanjung Arabia,  khususnya Mekah dan Madinah, telah meninggalkan paganisme dan tradisi kejahiliyahan. Dan mayoritas telah memeluk agama Islam. 
Fakta dan prestasi pertumbuhan Islam itu mustahil bisa terjadi, seandainya Islam mengajarkan kebencian permusuhan dan kekerasan. Apalagi fihak yang menuding Islam mengajarkan kekerasan, pada sisi lain juga sinis memandang Islam sebagai agama yang mensyaratkan umatnya beramal kebaikan jika ingin masuk surga. 
Jika yakin dengan konsep keselamatan dalam Islam,  bahwa muslim harus beribadah dan memperbanyak amal soleh agar masuk surga, lalu bagaimana mungkin menuduh Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat kekerasan? Jelas ada standar ganda dalam melihat Islam
Alasan eksistensi ISIS dengan kekerasannya,  dikaitkan dengan ajaran Islam, tentu kebodohan yang menggelikan. Karena ISIS muncul lebih kolaborasi kepentingan ekonomi politik dan industri senjata, dengan memanfaatkan simbol keislaman untuk membangkitkan semangat juang kelompok ISIS. Mainstream Islam pun jelas, tidak pernah berdiri mendukung ISIS. 
Fakta sejarah tentang peperangan yang melibatkan umat Islam, menghadapi penentang penentang Islam diawal pertumbuhan Islam,  adalah konsekuensi yang tidak bisa dihindari. Yang terjadi karena situasi dan kondisi saat itu mengharuskan seperti itu. Dari peperangan itu pula,  memunculkan hukum Islam seperti perlakuan terhadap tawanan perang,  harta pampasan perang dan etika dalam berperang,  yang kemudian sejalan dengan konvensi Jenewa tentang peperangan.
Jelas dan tentu,  tidak pernah ada klausal hukum dalam Islam,  yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kekerasan. Jika kemudian ada benturan sosial yang terjadi dikaitkan dengan Islam. Itu karena Islam agama yang mengatur detail kehidupan. Seperti larangan minuman keras,  berjudi atau berzina dll,  yang justru diera modern ini sesuatu yang legal dan biasa serta menjadi industri bisnis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s