BOM BUNUH DIRI, JIHAD DAN ISLAM

Setelah ‘vakum’ tanpa teror, teror (itu) kembali mengguncang rasa dan emosi kemanusiaan. Serangan serius dan mematikan (kembali) menyasar jantung Jakarta. Darah kembali berceceran, nyawa pun menghilang.

Pelaku memang belum teridentifikasi. Tetapi, belajar dari insiden semisal ini, pelaku pada akhirnya selalu mengklaim dan mengusung simbol keIslaman. Saatnya kini, seluruh muslim satu dalam sepakat, mengutuk mengecam aksi biadab tidak beragama ini. Tidak boleh umat Islam bersikap dua kaki dalam menyikapi insiden ini.

Umat muslim tidak boleh terpana, oleh klaim simbol Islam yang (selalu) diusung pelaku teror. Biarkan fihak keamanan bekerja dan mengungkap para pelaku. Siapa dan apa pun alasan pelaku (nantinya), tidak bisa menjadi justifikasi untuk bersimpati terhadap para pelaku.

Agenda para pelaku dengan insiden semisal ini di Indonesia, apakah berhasil selama ini? Negara Islam? Syariat Islam? Siapa yang pada akhirnya menjadi korban dengan insiden semisal ini?

Jika umat Islam selalu bersikap dua kaki dalam menyikapi serangan kekerasan ini,  dalam artian bersimpati terhadap pelaku, dan apriori dengan kinerja keamanan, salahkah jika kemudian stigma teror(is) selalu dialamatkan kepada umat Islam?

Jika kita tidak puas dengan sistem kehidupan yang tidak Islami. Jadilah individu muslim yang taat kepada Allah dan Rosulullah, tanpa melakukan teror dalam kehidupan. Dengan sistem kehidupan yang jahiliyah pun, kita tetap bisa masuk surga, tanpa harus menumpahkan darah orang lain.

Aksi aksi meledakan bom dengan biadab seperti di Manchester dan Jakarta, sekali pun mengusung simbol dan motivasi keislaman,  jelas cara dan target sasarannya sangat tidak masuk akal jika dikaitkan dengan jihad.

Pelaku bom bunuh diri dengan motivasi apa pun, jelas menurut hukum Islam, pelakunya akan kekal didalam neraka. Dalam hadits shohih jelas, “(Tidak akan masuk surga) kekal didalam neraka orang yang mati karena bunuh diri”. 

Dalam sikon peperangan saja, Islam memiliki konstitusi yang melarang membunuh orang yang tidak terlibat dalam peperangan. Tidak boleh merusak bangunan tempat ibadah mana pun dan pepohonan. Tidak boleh membunuh musuh yang sudah menyerah. Jadi, tidak akan pernah ditemukan dalam konstitusi Islam, pasal yang bisa menjadi justifikasi bahwa bom bunuh diri adalah jihad.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s