AIR MATA BOCAH YATIM

Babelan petang itu bercerita dalam duka yang menumpahkan air mata. Amarah telah mengoyak nurani kemanusiaan. Dan kita tak akan pernah bisa menemukan kata kata pembenaran di kamus rasa kemanusiaan, atas aksi yang apa disebut sebagai sangat biadab.

Api anarki benci dari para pelaku tanpa jiwa agama, telah membakar raga ayah dari bocah tanpa dosa Muhammad Alif Saputra. Amarah telah menumpahkan darah yang memerah. Langit biru tersedu dalam haru, mega pun merintih dalam hujan air mata. Bumi pun berduka tak bersuara dalam sunyi.

Kata kata apa tak bisa lagi kita untuk berkata kata, atas anarki yang telah melampaui dibatas rasa dan hati. Kebenaran hakiki tak akan pernah bisa mata kita untuk melihatnya. Karena kebenaran bisa disembunyikan dalam gelapnya dunia. Dunia seolah tak kuasa lagi berjalan memikul dosa dosa kita.

Dia yang telah pergi tak lagi bisa kembali. Bocah yang telah yatim itu tak lagi bisa memanggil ayahnya. Masihkah anarki dan petaka ini terulang lagi nanti? Haruskah api amarah dinyalakan untuk membakar? Kita yang berduka hanya bisa berdoa, karena doa akan menemukan kebenaranNYA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s