JAWABAN UNTUK : ISLAM AGAMA SETAN

Islam diwahyukan untuk mengatur hidup umatnya agar memperoleh kebahagiaan hakiki pasca kematian. Untuk itu, Islam mengatur banyak hal kehidupan manusia. Bagi seorang muslim, sejak dilahirkan hingga wafat, maka tak pernah lepas dari aturan Islam. Dan segala ritual dan simbol religi dalam Islam, adalah dari perintah Allah, yang telah dicontohkan saat Muhammad SAW hidup di dunia. Bukan sesuatu hal yang dibuat oleh para ulama Islam.

Islam tentu bukan sistem hidup hasil berfikir Muhammad SAW, tetapi benar wahyu dari Allah yang disampaikan kepada Muhammad SAW untuk segenap manusia. Ketika seorang muslim mengerjakan ibadah sholat, maka ibadah tersebut telah pula dikerjakan oleh Muhammad SAW ketika beliau masih hidup. Ibadah sholat dengan doa dan gerakannya bukanlah hasil cipta dari ulama Islam. Begitu pula dengan banyak ibadah lainnya dalam agama Islam. 

Bahkan tempat ibadah yang dinamakan mesjid, fungsi dan namanya, sesuatu yang telah ada saat Muhammad SAW masih hidup. Hari keagamaan Islam yang merupakan hari Jumat pun, bukan rekayasa manusia, tetapi satu hal yang telah ada ketika Muhammad SAW masih hidup. KITAB SUCI Qur’an yang kini biasa dibaca oleh seorang muslim, telah ada dan juga biasa dibaca oleh Muhammad SAW, walau saat itu masih berbentuk lembaran lembaran. Qur’an bukan buah karya manusia atau hasil berfikir Muhammad SAW. 

Sebagai agama, Islam pun memiliki ikatan  yang erat dengan para Nabi terdahulu. Beberapa makanan haram yang tersebut dalam Taurat Musa, tetap diharamkan, tidak kemudian menjadi halal dimakan. Ajaran dari Ibrahim untuk memotong sebagian kulit kelamin anak lelaki atau sunat, tetap menjadi ajaran dalam Islam. 

Islam pun tetap mengikuti ajaran para nabi terdahulu yang menyembah hanya kepada satu Allah. Ajaran yang menyembah hanya kepada satu Tuhan, adalah ajaran yang juga disampaikan oleh para nabi sejak Adam Nuh Luth Ibrahim Musa Sulaiman Daud Ilyasa Yunus Zakaria Yahya hingga Isa putera Maryam. 

Islam sangat menghormati dan memuliakan para nabi. Islam memuliakan Sulaiman anak Daud, menghormati Daud yang ayah Sulaiman. Juga menghormati Nuh dan Luth. Dalam Qur’an tidak pernah ada cerita tentang perbuatan aib yang dilakukan oleh Daud Sulaiman Luth Nuh atau Ilyasa. Karena mereka adalah utusan Tuhan yang memiliki sifat terhormat dan mulia.

Ketika seorang muslim wafat, maka proses ritual kematian yang diantaranya dibungkus dengan kain kafan, adalah juga perintah Allah. Apalagi Muhammad SAW ketika wafat pun dibungkus dengan kain kafan. Seperti ketika Isa putera Maryam wafat, pun dibungkus dengan kain kafan. Islam bukan agama yang segala hukum dan aturan ibadahnya hasil cipta manusia.

Qur’an sebagai kitab wahyu dari Tuhan, berisi petunjuk aturan hidup, aturan ibadah dan sejarah para nabi utusan Tuhan. Qur’an juga bercerita tentang ilmu pengetahuan, yang belum diketahui oleh Muhammad SAW pada saat Qur’an diturunkan. Qur’an bercerita tentang proses penciptaan bayi dalam rahim wanita. Tentang proses air menguap, awan dan hujan. 

Qur’an juga bercerita, bahwa bumi dan benda benda langit berputar dan bergerak. Bercerita bahwa bunga bunga tumbuhan berkembang biak dengan perantara angin. Qur’an pun bercerita tentang diselamatkannya jasad Fir’aun yang mati tenggelam saat mengejar Nabi Musa. Sungguh tidak ada keraguan dalam Qur’an dan Islam.

MIKROFON PELUNAS HUTANG INDOSIAR

CINTA KESETIAAN SEORANG SUAMI

Realiti show ‘Mikrofon Pelunas Hutang’ Indosiar menghadirkan seorang lelaki luar biasa. Dengan ceritanya yang penuh air mata duka, Mad Husein tampil sebagai potret kesetiaan seorang suami terhadap istri yang dicintai. Dan itu teruji ketika sang istri menderita sakit kanker payudara. Tak ada niatannya untuk berlalu dari sisi sang istri. Genggaman tangannya tetap erat untuk dekat dan bersama sang istri.
Seperti lagu ‘Biarlah Bulan Berbicara’ yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi bersuara emas Bob Tutupoly, dibawakan Mad Husein dengan penuh pesan dan menyentuh dibatas rasa. Penggalan lirik lagu, “Aku yang merasa, sangat berdosa padamu, masih pantaskah ku mendampingimu”, begitu sangat bercerita hinga menggugah rasa seorang Soimah yang sebagai juri.

Ujian kesetiaan memang bisa bukan saat kita sedang tertawa atau bahagia. Tetapi kesetiaan menjadi tantangan untuk bisa ditaklukan, ketika kita hidup saat terluka dan berderai air mata. Mungkin banyak kita yang tergoda dan takluk, mengingkari kesetiaan dan mengkhianati kepercayaan. Hanya mereka yang luar biasa yang tetap menggenggam erat sebuah kesetiaan.

Cinta menyatukan dua manusia, maka kesetiaan akan mengikatnya dalam kebersamaan dan waktu. Tetapi terkadang pengkhianatan datang menggoda. Ada diantara mereka yang ditaklukan, tetapi ada mereka yang bisa menaklukan. Maka carilah dia yang tidak hanya menggenggam tangan kita di dunia, tetapi bisa menggandeng tangan kita hingga kelak di surga.

PETA DUNIA, GEOGRAFI KEKUASAAN ALLAH

Bila kita mencermati peta dunia, sungguh nyata rancang bangun kekuasaan Allah adalah bukti kesempurnaanNya. Bukti kasihNya kepada umat manusia. Sejalan dengan substansi ayat Kursi al-Baqoroh 255. Bentuk geogorafi bumi kita bukanlah sebuah kebetulan dari proses alam, tapi kesengajaan dari kekuasaan dan kemurahan ALLAH.
DIA merancang daratan yang sempit antara laut Merah dengan laut Mediterania, agar manusia dapat dan mudah membangun terusan Suez. Tak terbayangkan sulit dan mahalnya kehidupan umat manusia andai tidak ada terusan Suez, karena pelayaran harus mengelilingi benua Afrika melintasi Tanjung Harapan. 

Laut sempit ini pula, yang pernah memperlihatkan kekuasaan Allah, melalui mukjizat kepada Nabi Musa as, dengan terbelahnya air laut, agar Nabi Musa dan umatnya dapat melintasinya dari kejaran Fir’aun. Dan dikemudian hari, manusia menggali daratan sempit ini, agar dapat melintasi untuk pelayaran. 

DIA pun merancang hal yang sama ketika menciptakan benua Amerika, hingga mengecil pada bagian tengah, dan memudahkan manusia membangun terusan Panama. Andai tidak ada, tak terbayang berapa mahal biaya kehidupan, karena lalu lintas pelayaran lebih jauh harus melewati selat Ferdinand de Maghelan diujung selatan Argentina. 

Begitu pula, ada ayat ayat kebesaran ALLAH dengan diciptakannya laut sempit, selat Jabal Thoriq, selat yang pernah dilintasi oleh salah satu jenderal militer Islam paling disegani pada abad 8 masehi, saat mengislamkan Spanyol dan Portugal, Thoriq bin Ziyad, yang memisahkan Afrika barat dengan semenanjung Iberia Eropa barat. Tanpa selat ini, maka terusan Suez akan kurang bermanfaat bagi pelayaran dunia. 

Dan bila kita merenungkan adanya selat Dardanela dan Bosforus di Turki, selat saksi bisu saat Sulaiman Agung menaklukan Konstantinopel Romawi Timur, atau selat Bering pemisah Rusia dengan Alaska, maka sungguh ada keajaiban dari rencana Allah dalam menciptakan permukaan bumi.

Dalam konteks penciptaan alam, banyak ayat ayat Qur’an yang terkait dengan itu, diantaranya firman Allah, “Sungguh pada penciptaan alam, ada tanda tanda kekuasaan Allah, bagi kaum yang mau berfikir”. Maka, dengan memikirkan merenungi dan mencermati peta dunia pun, kita dapat kian dekat kepada Allah.

AIR MATA BOCAH YATIM

Babelan petang itu bercerita dalam duka yang menumpahkan air mata. Amarah telah mengoyak nurani kemanusiaan. Dan kita tak akan pernah bisa menemukan kata kata pembenaran di kamus rasa kemanusiaan, atas aksi yang apa disebut sebagai sangat biadab.

Api anarki benci dari para pelaku tanpa jiwa agama, telah membakar raga ayah dari bocah tanpa dosa Muhammad Alif Saputra. Amarah telah menumpahkan darah yang memerah. Langit biru tersedu dalam haru, mega pun merintih dalam hujan air mata. Bumi pun berduka tak bersuara dalam sunyi.

Kata kata apa tak bisa lagi kita untuk berkata kata, atas anarki yang telah melampaui dibatas rasa dan hati. Kebenaran hakiki tak akan pernah bisa mata kita untuk melihatnya. Karena kebenaran bisa disembunyikan dalam gelapnya dunia. Dunia seolah tak kuasa lagi berjalan memikul dosa dosa kita.

Dia yang telah pergi tak lagi bisa kembali. Bocah yang telah yatim itu tak lagi bisa memanggil ayahnya. Masihkah anarki dan petaka ini terulang lagi nanti? Haruskah api amarah dinyalakan untuk membakar? Kita yang berduka hanya bisa berdoa, karena doa akan menemukan kebenaranNYA.

TAHTA HARTA CINTA DUSTA

TAHTA HARTA CINTA DUSTA

Inilah bait bait yang bercerita

Bukan canda bukan berita dusta

Cinta terlarang pada dunia nyata

Satu rumah kasih dua atap cinta
Janji bersua hanya berdua 

Dalam cinta yang mendua

Pria bukanlah duda

Wanita bukanlah janda
Karena cinta mereka terlena

Cinta membuat lupa dan buta

Cinta dunia begitu menggoda

Tahta harta rupa penuh cerita
Pria masih memiliki isteri

Perempuan pun bersuami

Ketika cinta terlarang dibagi

birahi tersembunyi pun diberi
Kekayaan adalah ujian kehidupan

Bisa dekat kepada kemaksiatan

Kecantikan karunia ciptaan

Bukan nikmat untuk dipamerkan
Ingatlah datangnya kematian

Ketika wajah tertutup kafan

Kala jasad dibawah kuburan

Saat tiada guna penyesalan
Menangislah merenungi kehidupan

Agar tersenyum dalam kematian

Atau tertawa oleh dunia sesaat

Dan menangis sesal di akhirat

DAMAI BOBOTOH JAKMANIA

IMPIAN ALMARHUM RIKO ANDRIAN 

BOBOTOH JAKMANIA, BERSEPAKAT BERJABAT ERAT MENGIKAT

Sejarah suporter sepakbola Indonesia, harus segera melakukan lompatan kemanusiaan sangat besar, ketika bobotoh dan the Jakmania, bersepakat dan berjabat saling mengikat dengan erat.

Semoga, sisa dendam dapat diredam. Permusuhan dapat diluluhkan, pertikaian tidak lagi berkelanjutan. Jangan lagi ada luka yang dibuka. Jangan lagi pernah amarah dan darah memerah tertumpah. 

Semoga ketika bobotoh dan the Jakmania duduk bersisi, maka emosi bukan lagi amunisi. Dengan berjalan beriringan dan berdampingan, lebih segera kita sampai ditujuan. Dibanding berhadapan dan berseberangan hingga bertabrakan yang melukakan.

Masihkah arogansi kekonyolan dan kebodohan ini diteruskan? Akankah ingin menambah banyak pusara mendiang Rangga dan Riko Andrian? Dan kembali menancapkan batu nisan permusuhan? Jika kebodohan dan kekonyolan ini tak bisa juga didamaikan, maka sepakbola untuk laga tertentu yang krusial tanpa penonton bisa menjadi sebuah solusi.

FITNAH DUNIA DIAKHIR MASA

Hal fitnah itu semisal seseorang yang dibebankan tuduhan menumbangkan pohon besar. Bukankah dia tak memiliki kapak? Dengan apa menumbangkannya? Bukankah dia telah menempuh jalan jauh, dan tak sebatang pun ranting kecil di jalan yang pernah dipatahkannya.
Bergemuruhlah fitnah dari ujung ke ujung. Hingga kita seperti sukar membedakan kejujuran dan dusta. Maka kecelakaanlah bagi mereka yang tidak bertawakal kepada Allah dalam mendengar dan melihat.

Maka tiba pula masa, ketika kejujuran semisal seseorang yang dipaksa diikat lalu ditenggelamkan ke lautan dalam. Tetapi orang banyak takjub dan berkata, “Lihat dia yang ditenggelamkan telah berdiri kembali diatas puncak gunung”.

Maka, itulah masa dimana kejujuran didustai, dan dusta dibenarkan. Maka kecelakaanlah bagi mereka yang percaya dengan dusta, dan enggan mendengar kejujuran. Maka ujilah perkataan, bagaikan pedagang yang menimbang emas diatas neraca.

Ketidakadilan pun meriuhkan zaman, semisal seseorang pekerja yang dengan letihnya menyelesaikan pekerjaannya, tetapi tidak diberi hak upahnya. Dan orang yang berpangku tangan tak berbuat, diberi upah yang bukan haknya. Maka tegakanlah keadilan sekali pun terhadap seorang musuh.

Tiba pula masa, ketika kemaksiatan dibiarkan, seperti seorang ibu yang membiarkan anak balitanya bermain ditepian sungai. Dan membenci kebenaran, seperti seseorang yang diberi keleluasaan melampiaskan dendamnya, kepada musuh yang sudah terkulai.

Maka tetaplah menyeru kebenaran, hingga tiada lagi orang yang mau mendengarkan kecuali diri kita sendiri. Maka jangan pernah hilang asa dan berduka dengan dunia. Karena kelak ada kehidupan abadi, ketika api dinyalakan dengan sangat membakar. Dan ada pula naungan kasihNYA hanya bagi orang orang terpilih.