POLITIK HANYA SEBATAS RASA

Politik kekinian telah membuat rasa dan cara pandang kita terhanyut oleh arus yang deras mengalir. Hingga membuat kita hanyut dan terseret dipusaran arus aliran politik yang begitu deras. Dalam situasi seperti ini, sulit bagi sebagian kita untuk berpijak ditepian netralitas dengan cara pandang yang obyektif dalam pembicaraan politik.

Apalagi ketika konstelasi politik telah bersentuhan dengan rasa keagamaan dan primordialisme. Mungkin kita dari sebagian besar yang memiliki  keberpihakan karena afiliasi politik walau sekadar sebatas rasa, karena bukan pelaku langsung politik. Atau kita bisa jadi manusia langka dari sebagian sedikit, yang memiliki kekuatan perasaan hingga mampu berdiri netral dan obyektif dalam pembicaraan politik.

Ketika kita bicara dan berdebat politik, tentu cara pandang kita sulit melepaskan diri dari rasa keberfihakan, baik karena pilihan kepada figur personal atau pilihan partai politik, apalagi ketika isu keagamaan dan primordialisme begitu kental. Menghindari pembicaraan dan perdebatan tentang politik, dengan fihak yang berbeda, bisa sebagai cara bijak sebuah upaya untuk menahan diri.

Baik individu atau media, sulit untuk bersikap netral dan obyektif ketika berbicara politik. Kita akan melihat politik, terikat oleh dimana kita berdiri dan berposisi. Menahan diri bisa membuat kita untuk tidak masuk kedalam perangkap dosa karena lidah dan telinga, karena isu politik sangat menggoda lidah dan telinga untuk ikut bermain.

Berlindung dari fitnah dunia yang seorang muslim dianjurkan untuk berdoa menghindarinya diakhir sholat, mungkin inilah zaman tersebut. Tetapi realita arus politik adalah tak bisa kita hindari dengan akibatnya yang mempengaruhi kehidupan. Maka menahan diri dan mendekat kepada DIA adalah upaya terbaik. Erupsi aspirasi rasa politik kita, cukup   kita eksekusi saat hari Pilkada atau Pemilu. Hukumlah dengan tidak memilihnya atau dukung dengan memilihnya.

Iklan

TAK BISA BERJALAN TETAPI MELANGKAH KE SURGA

Alana Ragil Prasetyo, bocah delapan tahun asal Banjarnegara penyandang difabel terlahir prematur berberat 13 ons yang divonis akan wafat, terlahir sebagai tanda kebesaran Allah untuk memberi ingatan dan membelajarkan kita tentang kekuasaanNYA yang tidak berbatas tidak terbatas. Dengan keterbatasannya yang menurut kita sulit, Allah memberi kekuatan kepada Alana sebagai juara hafiz Qur’an Asia Pasifik, agar melalui Alana kita mau melihat mendengar dan datang kepadaNYA. 
Alana terlahir tak bisa berjalan, kini setelah menjalani operasi kaki pasca tampil sebagai juara hafiz Qur’an, dia bisa berjalan walau masih tertatih tatih. Alana berjalan tertatih tatih di dunia, tetapi bocah ini begitu kuat dan cepat dalam melangkah mencari surgaNYA. Sementara banyak kita kuat dan cepat melangkah mencari dunia, tetapi tertatih tatih bahkan berhenti untuk mencari dan datang kepadaNYA.

Berapa jauh jalan dosa yang telah kita tempuh? Telahkah langkah langkah kaki kita mendekatkan jarak kepadaNYA. Nikmat sehat langkah kaki apa yang telah kita dustai? Yang telah kita syukuri? Alana dengan derita kaki terlahir untuk mengingatkan kita agar melangkah kepadaNYA. Ingatlah padaNYA selagi kaki kaki kita dapat melangkah. Ataukah kita teringat setelah kaki kaki kaku tidak dapat melangkah? Menangislah di dunia tentang kematian, atau menangisi kehidupan saat kita di alam kematian?

AIR MATA DUNIA, MATA AIR SURGA

Jalan ke surga bisa mudah, tetapi kita mempersulitnya diantaranya dengan cara enggan memberi dan berbagi. Jalan ke surga pun begitu dekat, tetapi langkah kita menjauhinya dengan membuang apa yang kita makan, dengan enggan memberi rezeki yang kita miliki.

Pintu surga begitu lebarnya, tetapi kita menutupnya ketika kita menutup mata untuk enggan melihat mereka yang membutuhkan. Pintu surga bisa terbuka lebar, bahkan hanya dengan sekerat roti bahkan dengan sekeping uang.

Ketika surga bisa ditempuh dengan berjalan, maka berbahagialah mereka yang berlari menghampiri surga. Banyak jalan menuju surga, tetapi kebanyakan kita enggan berjalan untuk menempuhnya.

Ketika kita tak memiliki untuk sedikit pun memberi. Ketika kita tak kuat, bahkan untuk sedikit pun berbuat. Maka surga akan tetap mendekat dan menghampiri kita, ketika kita tetap bersyukur padaNYA walau dengan nikmat yang belum kita dapatkan. 

Ketika kita belum memiliki rezeki untuk memberi dan berbagi, belum memiliki daya untuk upaya, maka bersedekahlah dengan kebaikan lidah, hati dan pikiran yang terjaga, agar dengan sedekah ini orang lain tak tersakiti tak teraniaya tak terzalimi.

Berbahagialah mereka yang mau mendengar walau belum bisa melakukannya. Berbahagia pula mereka yang tidak mendengar tapi mau melakukannya. Merugilah mereka yang enggan mendengar dan enggan pula untuk berbuat.

PIALA DUNIA TANPA ITALIA ARGENTINA BELANDA

Tanpa Belanda Piala Dunia pernah berkali kali, tanpa Italia pun Piala Dunia pernah sesekali, tanpa kehadiran Argentina juga pernah terekam. Tetapi ketika tanpa ketiga negara ini, Piala Dunia tentu menjadi kurang bercerita. Apalagi jika Portugal pun gagal, maka Piala Dunia tentu akan berlangsung dengan banyak catatan.
Keempat raksasa sepak bola dunia ini, kini masih berdoa dan berharap cemas agar bisa lolos. Kepastian mereka masih menunggu diakhir waktu penyisihan. Mereka memang tak selalu menjadi unggulan FIFA jika pun hadir. Tetapi mereka hampir pasti menjadi diantara tim tim favorit juara.

Belanda pernah mengguncang dunia sepak bola diera Cruyff 1974 dan 1978 serta Gullit 1990 dan 1994, dengan keindahan bermainnya. Kala itu mereka hanya dikalahkan oleh takdir untuk tidak menjadi juara. Portugal pun pernah memiliki segala syarat untuk juara diera Eusebio 1966, tetapi itu terjadi dimasa Brazil begitu adidayanya dalam bersepak bola.

Italia tentu bagian dari kehebatan sejarah Piala Dunia, seperti halnya Argentina. Final Italia vs Brazil 1970 terekam sebagai laga sepak bola terbaik dalam sejarah. Bersama Brazil dan Jerman, Italia head to head mencetak rekor juara. Italia pun menjadi kekuatan yang paling sering mematahkan dominasi Jerman di Piala Dunia.

Argentina pernah memunculkan maha bintang dunia dipentas 1986, Diego Armando Maradona. Teatrikal sepak bolanya kala itu, sangat menyihir publik dunia. Gol kontroversial dan gol fenomenal dunia, terjadi pada 1986 melalui tangan dan kaki seorang Maradona. Tidak seperti saat juara 1978 yang sangat dipertanyakan, juara 1986 bagi Argentina adalah ‘keharusan’ sejarah.

Tentu publik berharap keempat negara ini bisa memanaskan pentas olah raga terbesar di muka bumi Piala Dunia 2018. Khusus untuk Belanda tentu publik harus bersiap untuk menerima ketidakhadiran Belanda. Sementara Italia Argentina dan Portugal masih menyisakan asa besar untuk bisa berlaga di Rusia.

KEJUJURAN DAN KEBOHONGAN

Dalam kehidupan, adalah lumrah, ketika kebohongan melangkah dan berjalan. Kebenaran terkadang tersingkir dari jalan waktu. Tapi jam waktu kebenaran akan menghentikan detik detik kebohongan.
Kebohongan sering mengubur diri, menimbun dengan onggokan kebaikan semu. Tapi hujan kebenaran akan turun mengerosikan onggokan kebaikan semu. Dan waktu akan menampakan kebohongan yang berjasad pias ketakutan.

Kerap kebaikan harus diperbuat untuk menutupi kebohongan. Karena seorang penipu dapat memperdaya korbannya, bukan oleh tipuannya, melainkan oleh senyumnya yang membuat kita terpana hingga terperdaya.

Manusia dibenarkan bukan oleh ucapannya, karena ucapan kerap melompat melampaui batas realita. Maka ukur dan takar bagaimana seseorang menjalankan keimanannya. Dari buahnyalah kita mengetahui sebuah pohon. Karena dunia sangat menggoda, hingga kita sering harus berdusta.

MENGALAHKAN TERORIS TETAPI KALAH OLEH KORUPTOR

Euforia dan histeria keyakinan meriuhkan jagat kehidupan bangsa ini, pasca aksi teror bom di jalan Thamrin beberapa waktu lalu. Kita bangga dan yakin karena telah mengalahkan teroris ketika itu, bahkan ketika itu viral kebanggaan ‘kami tidak takut’. Hampir tidak ada celah bagi pelaku teror untuk bebas dari jerat hukum.
Aksi teror tidak mungkin tersembunyi, pasti terekspos dan memberita serta mendunia. Tetapi ingat, tidak setiap saat aksi teroris bisa terjadi. Kita sebagai rakyat dan pemerintah, sangat bisa bersatu sepakat mengalahkan teroris.

Bagaimana kita menghadapi dan melawan korupsi? Rakyat tentu sangat marah dan melawan. Tetapi negara? Inilah yang belum terjadi, kekuatan dan cara cara melawan teroris, belum diaplikasikan untuk melawan koruptor. Padahal korupsi adalah kejahatan mega teror dibidang ekonomi.

Pembentukan KPK dan dana milyaran rupiah, bisa tidak akan mungkin dapat mengalahkan kejahatan korupsi. Tidak seperti teror oleh teroris, korupsi bisa terjadi setiap hari dengan banyak pelaku, dengan bersembunyi dan tersembunyi.

Hanya satu cara untuk mengalahkan korupsi, HUKUM MATI para koruptor, tidak bisa dengan cara lain. Selama koruptor tidak dihukum mati, maka korupsi tumbuh subur di Indonesia dengan semboyan “patah tumbuh hilang berganti”.

Sungguh, Indonesia telah dikalahkan dan bertekuk lutut menghadapi kejahatan korupsi. Semua logika dalam hidup, telah dan mungkin bisa terjadi di Indonesia. Hanya satu yang mustahil bisa terjadi dan dilakukan, yaitu MENGHUKUM MATI KORUPTOR. Itulah mengapa, semboyan para koruptor di Indonesia adalah KAMI TIDAK TAKUT BERKORUPSI.

NIKAH SIRI ( TANPA DOT COM )

Kita hidup di negara dimana perundangan perkara hukum muamalah Islam memiliki payung hukum, satu diantaranya perihal pernikahan. Kita memiliki institusi KUA, untuk memfasilitasi pernikahan bagi umat Islam. Yang melindungi pernikahan dibawah hukum legal yang mengayomi melindungi para pelaku pernikahan.
Jadi tidak pada tempatnya jika pasangan pernikahan memilih menikah siri dalam artian tidak melalui KUA. Jika ada yang legal dan melindungi, tetapi memilih cara dan jalan berbeda, lalu apa motivasi alasannya? Untuk berdusta atas nama cinta? Untuk bersembunyi didalam kegelapan cinta?

Kita bukan hidup ratusan atau seribu tahun lalu. Kita hidup diera dimana ada hukum yang memfasilitasi dan melindungi hukum pernikahan secara terang. Segala persoalan yang timbul dari pernikahan legal, masyarakat dan negara bisa terlibat dan mengayomi. Kemana mengadu bagi pasangan pernikahan siri jika menjadi korban akibat negatif yang timbul dari pernikahan diam diam?